Postingan

Menampilkan postingan dari 2013

Gagap Budaya

Gambar
Bicara tentang penembang bahasa jawa (sinden) dalam grup wayang tentu pikiran kita akan tertuju pada sosok Nurhana atau Soimah Pancawati. Sebab kepiawaian keduanya sudah sohor di publik pemirsa televisi dan penikmat pertunjukan wayang. Megan bercengkerama dengan pelawak-pelawak Jogja. (foto: Kedaulatan Rakyat/Surya Adi Lesmana) Tapi, kalau kita sebut nama Megan, tentu hanya segelintir orang yang tahu sosoknya. Wanita berkebangsaan Amerika itu sengaja datang ke Indonesia khusus untuk belajar menjadi sinden. Setelah lebih delapan tahun usahanya menekuni seni olah vokal bahasa jawa (menyinden), akhirnya dia memunyai kemampuan yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Langgam Ngimpi bisa dibawakannya begitu baik, lafal dan cengkok bahasa Jawa Kuno yang kental pada lagu tersebut begitu fasih di lidahnya, sehingga bisa dikatakan nyaris sempurna dia melagukannya. Salah satu kreasi busana dengan motif tapis di bagian penutup kepala. Sabtu malam (2/11/2013), Megan tampil menjadi s...

Halokké di Lamban Tuha

Gambar
Lamban Langgar sumber gambar  : romadecade.org Di rang laya nyak ralang nihan nungga ulun bubahasa lampung. Ngapi ngeba. Kusepok dipa jawaban pertanyaan sinji. Sementara kusetikko pai delom hati. Sambil nerusko kelapahan, terus mun é h nyepok jawaban. Terus munéh niong-tiong kantu-kantu di rang baréh maséh wat ulun sék ngicik basa lampung. Di komplek perumahan, kanjak mulai tipedak mata, cukut ngejimpang pagi hayu, sék kutengis ulun bubahasa Betawi. Tian ngicik ”lu gua”. Sampai nyak di kantor, rik kantik, indai kanca, ngicik sambil ngupi di kantin bahasani tian ”lu gua”. Delom ruang kerja, sambil ngebaca koran sesekali ngomentari berita juga makai Bahasa Betawi. Tengah rani, di kehirukan pasar-pasar, terminal, di atas angkot atau bus trans sék kutengis ”lu gua” lagi. Dibi-dibi, sanak-sanak bumain di halunan perumahan, cawa tian ”lu gua” munéh. Ibu-ibu sék lagi ngerumpi di banguk gang kak pagun ngicik riya. Bapak-bapak sék lagi saling cerita burung Murai Batu rik Ayam Ketawa pat...

Amsal Kata

Pada Mulanya Kata pada mulanya serakan kata kata disusun, menjelma berita berita melahirkan rasa: suka cita, gundah gulana, dan angkara murka suka cita karena berita menyanjung dia gundah gulana karena berita membuncahkan pikirannya angkara murka karena berita mencemari nama baiknya   ah… betapa ajaibnya kata   pada mulanya serakan kata kata disusun, terbit SK SK ternyata menimbulkan pertentangan antarmereka kepentingan elit dipertarungkan sedang kepentingan orang banyak diabaikan   ah… betapa bermukjizatnya kata   betapa berartinya selembar SK bagi pegawai honorer yang kemarin lulus jadi pegawai negeri setelah belasan tahun mengabdikan diri melayani masyarakat dengan tekun, lapang dada, dan rendah hati cerminan orang yang mengerti makna perjuangan bahwa harus ada tetes keringat yang patut dikorbankan yakni teguh pada sikap diri untuk semata melayani bukan bersandar pada impian jadi pegawai negeri mengapa pada dir...

Bagaimana Seharusnya Demokrasi Itu

Gambar
Jalan Demokrasi mereka telah membangun tembok penjara bagi mereka sendiri tak pernah sepenuhnya mereka sadari sesungguhnya yang mereka lakukan akan membuat mereka kian terperangkap seekor burung takkan bisa terbang hanya dengan sebelah sayap mereka itu, legislatif dan eksekutif tak ubahnya bagai burung-burung yang memiliki sebelah sayap yang sama-sama memaksakan diri untuk bisa terbang mereka hanya bisa terbang kalau mau berpelukan erat satu sama lain kalau satu dengan yang lain, legislatif dan eksekutif bersikukuh mempertahankan egoisnya masing-masing karya nyata apa yang bisa dipersembahkan pada anak negeri ini RAPBD yang dibutuhkan untuk biaya pembangunan pembahasannya dihambat-hambat dengan cara apa mewujudkan kesejahteraan anak negeri ini bagaimana cara menilai bahwa punya moral kelompok penghambat itu kalau memang bermoral, ke mana moral itu tatkala mereka abaikan ajakan eksekutif secara baik-baik untuk sam-sama membahasnya ke mana moral itu ketika rapat...