Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2021

Mask Incident

Gambar
Penggunaan masker di masa pandemi Covid-19 merupakan salah satu dari tiga hal penting yang harus dilakukan dalam penegakan protokol kesehatan. Dua hal penting lainnya adalah mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir (air keran) dan menjaga jarak minimal satu meter. Ketigal hal penting itu disosialisasikan dengan sebutan 3M. Penggunaan masker dipercaya efektif mencegah penularan Covid-19. Faktanya, tidak sedikit orang yang sudah disuntik vaksin dua kali nyatanya masih terinfeksi Covid-19 karena abai atau tidak patuh protokol kesehatan utamanya memakai masker di tempat keramaian. Kalau sedang sendirian di dalam rumah boleh saja melepas masker. Nah, saking masifnya penggunaan masker, sering menimbulkan berbagai insiden kecil. Misalnya susah mengenali orang karena mulut dan hidung tertutup masker. Saat berjumpa, dia menyapa kita malah membuat kita acuh karena merasa tidak kenal. Atau sebaliknya, saat kita sapa eh dia yang tidak peduli karena merasa tidak kenal kita. Insiden kecil ...

Google

Gambar
Google doodle 27 September 2021 Hari ini Google ulang tahun ke-23. Masih muda ya usianya. Kalau ibaratnya manusia, usia seperti itu masuk kategori dewasa. Dan ”kedewasaan” Google memang luar biasa. Sejarah mulanya berasal dari pertemuan dua orang ”teman” Sergey Brin dan Larry Page, yaitu ketika Sergey Brin ditugaskan memandu Larry Page untuk mempertimbangkan Standford University sebagai pilihan tempat studi pascasarjana. Setelah akhirnya sama-sama studi di universitas tersebut, keduanya merintis pembangunan mesin pencari bersama.  Mulanya diberi nama Googol , namun banyak di antara investor melakukan typo saat menuliskannya menjadi Google , maka diputuskanlah mengubah namanya menjadi Google . Pada 4 September 1998 secara resmi beridrilah Google Inc . Tak henti di pendirian, namun terus dilakukan pengembangan. Pengembangan meliputi penggunaan berbagai bahasa di dunia agar setiap orang di seluruh dunia bisa merasakan manfaatnya secara luas dan merata. Lebih dari 100 bahasa di...

Vaksin #1

Gambar
jussss, jarum ditusukkan, saya pun disuntik vaksin dosis pertama (foto: koleksi pribadi) Alhamdulillah hari ini saya disuntik vaksin dosis pertama (vaksin #1). Akhirnya, apa yang ingin saya dengar, namun tak terdengar nyatanya bisa saya peroleh. Ya, saya menunggu dan hanya bisa menunggu kalau-kalau ada info dari kelurahan melalui ketua RT tentang vaksinasi untuk warga. Tapi, apa yang saya tunggu tak juga datang. Barangkali memang ada info itu, namun kekecualian untuk RT kami karena masih masa peralihan. Ketua RT lama meninggal dunia menyusul setelah satu tahun kematian istrinya. Jadi, kondisi demikian bisa diartikan RT kami ”yatim piatu”, tak berbapak-ibu RT. Nah, ketua RT yang baru belum dilantik alias belum ada kewenangan berbuat. Pejabat kalau belum dilantik artinya kan belum punya SK sebagai alat kelengkapannya bekerja. Jika demikian, ketua RT kami tak punya wewenang untuk cawe - cawe ke warga tentang vaksinasi. Walaupun demikian, bisa saja info dari kelurahan disosialisasikan mel...

New Normal, PTM, New Cluster

Gambar
ilustrasi new normal (foto: infokomputer-Grid.ID) Duh, Gusti , baru saja pembelajaran tatap muka (PTM) dibuka, eh dikabarkan beberapa sekolah di beberapa daerah justru menjadi klaster baru tempat penularan Covid-19. PTM memang baru diujicobakan di sekolah tertentu yang infrastrukturnya memenuhi syarat. Belum seluruh sekolah yang ada diharuskan menjalankan PTM karena memang ada yang belum bisa dikategorikan siap. Kesiapan infrastruktur seperti ada penyekat antarsiswa, ada air dan sabun cuci tangan, ada pemindai suhu badan, dan tentu saja pembatasan kuota peserta PTM. Menyangkut pembatasan kuota peserta PTM yang hanya 50 persen dari jumlah peserta didik per kelas, dengan sendirinya waktu belajar harus dibagi menjadi dua sesi, sesi pagi dan siang. Lama pembelajaran pun dibatasi hanya 45 menit. Sungguh sayang ya peserta didik yang tadinya merasa senang bisa belajar di kelas harus kembali disetop karena ada peningkatan jumlah orang positif Covid-19 dari klaster sekolah. Bayangkan, hampir du...

Terus, Bos... Terus...

Gambar
Gak terasa PPKM Level 4 yang diturunkan ke level 3, 2, 1 (7 — 13 September) selesai, tapi bukan selesai dalam arti berhenti di periode itu. Masih terus, Bos. Malam ini (13 September) diumumkan lagi lanjutan perpanjangan PPKM Level 4 yang wilayah aglomerasinya semakin berkurang. Artinya, wilayah aglomerasi level 4 jadi berkurang karena ada yang turun ke level 3. Wilayah aglomerasi level 3 jadi berkurang karena ada yang diturunkan ke level 2. Begitu juga yang level 2 diturunkan ke level 1. Dengan semakin berkurangnya wilayah aglomerasi level 4, 3, 2 tersebut, maka semakin berkuranglah kekhawatiran kita untuk masuk ke wilayah aglomerasi dimaksud. Tunggu dulu, akan tetapi untuk benar-benar merasa aman dan nyaman masuk ke suatu wilayah aglomerasi yang levelnya sudah diturunkan menjadi kian kecil, tentunya kita harus benar-benar memenuhi syarat yang ditetapkan, yaitu memiliki standar keamanan untuk bebas dari terinfeksi virus corona baik yang varian lama maupun varian baru. Standar keam...