Sajak-Sajak 1987
Sansai andai sejuta kabut itu tirai cakrawala Langit-Mu adalah kepastian gugusan mega untuk nanti pecah jadi hujan di pelataran tanah merah-Mu niscaya tanga-tangan segera tengadah berebut panjatkan syukur betapa lelah menanti anugerah betapa sendu wajah menunggu hasrat menggapai gugusan mega itu jangan hanya terbentang di Langit-Mu tercurahlah, luruhlah di bumi pijakan tapi kabut-kabut itu hanya menampak di angan harapan Cakrawala-Mu begitu cerah Udara Bumi-Mu begitu gerah hasrat yang semula membara malah terbakar lunglai yang tinggal hanya mata menatap nanar dan batin begitu kelu, rasa begitu sansai Batu, Malang, Tahun Baru 1987 Kelabu jemari lentik siapa yang coba mengusik perhatian angin mengajak singgah di beranda kelam menyimak nada-nada falsetto denting gitar yang tak pas setelannya alangkah sendu itu lagu tertegun aku dibuainya hati siapa yang tak gundah gulana bila kekasih dicinta tak apel padanya m...