Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2024

Bebek Sinjay

Gambar
Nasi bebek sinjay sambal pencit sudah terhidang buat disantap di rambang petang. (Pulau Madura, 29 Oktober 2024) Setelah selesai acara di Banyuwangi, mampir dan stay dua malam di Surabaya. Sebuah guest house yang cukup homey di Kertajaya dipilihkan anak mantu untuk kami inapi, tak jauh dari tempat mereka indekos, sangat strategis dekat pasar Pucang. Dua malam di Surabaya, ke beberapa kuliner seperti lontong balap dan yang paling exited ke bebek sinjay di Pulau Madura. Setelah ke pantai Kenjeran, rencana semula ke pasar Atom, tapi kata driver Grab sudah tutup karena memang sudah sore. Olehnya ditawarkan bebek sinjay. Jadilah kami menyeberangi jembatan Suramadu yang tanpa diagendakan. Ya, cuma buat makan bebek sinjay yang pengunjungnya selalu rame. Setelah perut kenyang gak ada rencana lain selain pulang balik ke Surabaya. Sebab kenyang, di perjalanan mataku ditimpa kantuk. Payah sekali nahan agar bisa menikmati padatnya lalu lintas dan macetnya kendaraan di jalanan Surabaya. Tidak...

Kuliner Surabaya

Gambar
Sepiring lontong balap 'asli' Pak Gendut terhidang dan siap disantap. Terakhir ke Surabaya Mei 1992 dan baru pengujung Oktober 2024 ini kembali lagi. Berapa tahun jarak waktu terbentang? 32 tahun! Wow, sepanjang masa pemerintahan Orde Baru. Serasa tidak percaya, sekurun itu usia ini dipersambungkan, dipanjangkan terus oleh Allah SWT. Syukur alhamdulillah ya Allah, Engkau Maha Baik. Google sejak kemarin menaburkan balon-balon di foto akun google sebagai apresiasinya pada ulang tahunku. "Happy Birthday Zabidi" terbaca di sana. Selalu begitu dari tahun ke tahun di setiap ulang tahunku. Anda tentu juga mengalaminya jika user name akun google Anda jelas. Lain hal bila user name dan tanggal lahir ngasal . Terima kasih Google untuk ucapan 'Happy birthday' dan taburan balonnya. Sebagai penanda terima kasih pada google yang rajin memberi ucapan 'happy birthday' dan sebagai bentuk terima kasih pada diri yang masih sehat dan panjang umur, tadi malam (Senin, 2...

Kuliner Blambangan

Gambar
Sego tempong Mbok Wiwik, Jl. Agung Wilis, Temenggungan, Banyuwangi. Pulang dari seminar sastra di Pantai Boom saya pesan grab car sebab panas terik tak tahan bila naik grab ride. Saya lihat tarif begitu murah, cuma 10 ribu ripis. Akan tetapi, titik jemput meruwetkan sopir. Terjadilah telpon-telponan menentukan di titik mana mesti bertemu. Saya diminta berjalan dari dalam ke arah luar. Sopir memberi tanda "jembatan" sebagai titik temu, tepatnya dekat loket ticketing . Saya berjalan terlampau jauh, sudah sampai barisan motor yang macet mengantre di pintu masuk loket. Saya diminta kembali masuk ke dalam. Seperti inilah wajah sego tempong. Saya kembali jalan masuk, panas menyengat. "Posisi saya di sini, Pak," ujar sopir grab seraya menyebut jenis mobil, warna, dan plat polisi. "Dekat odong-odong, ya," sebut saya. "Ya, betul... betul... betul," jawab dia. Dan saya pun masuk mobil, setiupan angin pantai menerpa dada. Jendela mobil sengaja dibuka sopir,...

Gandrung Sewu

Gambar
Sebagian dari 1.350 penari gandrung sewu siap beraksi meski diterpa panasnya udara Pantai Boom Banyuwangi. Apa itu gandrung sewu? Bila yang ditanya mbah google tentu bisa menjawabnya. Bahkan bukan saja bisa, melainkan akan fasih menjelaskannya. Yaitu sebuah gelaran festival penari kolosal yang biasa dilakukan di Banyuwangi setiap tahun. Pada tahun ini, festival gandrung sewu mengangkat tema Payung Agung. 1350 penari terdiri atas pelajar SD, SMP sederajat, dan SMA sederajat. Sesuai namanya "sewu", ya, tentu sekitar 1.000 atau lebih penari yang terlibat di dalamnya. Digelar di Pantai Boom dari 24--26, menyedot ribuan pengunjung untuk menyaksikannya. Di pintu masuk ( ticketing ) sempat terjadi kemacetan kendaraan roda dua dan empat dari pengunjung yang antusias masuk ke lokasi festival. Saking membeludak dan antusiasme yang tinggi para pengunjung. Memang, apa pun dan di mana pun, even tahunan tentu sangat diminati dibanding even bulanan apatah lagi harian. Setahun sekali dan tem...

Abah Zawawi, Luar Biasa

Gambar
Siap meladeni siapa saja yang pengin berfoto dengannya, itulah Abah D. Zawawi Imron si "Celurit Emas" (foto: dokpri) 17 menit lebih 51 detik aku merekam Abah D Zawawi Imron menyampaikan paparannya yang tanpa teks. Narasumber Seminar Revitalisasi Sastra Lokal Memperkaya Sastra Nasional, sebagai bagian dari acara Jambore Sastra Asia Tenggara (JSAT) di Pantai Boom, Banyuwangi. Beliau berjalan maju-mundur, mondar-mandir di antara kursi audiens seminar sehingga mengesankanku yang belum pernah bertemu langsung. Apalagi beliau selalu menghadapkan muka ke arah tempat dudukku sehingga tangkapan layar kamera persis ke wajahnya. Lebih mengesankan lagi ketika tanpa aku duga, sehabis ke toilet beliau menghampiri dan berbisik kepadaku. Beliau berkata begini, "Saya barusan kencing, ternyata kencing air yang encer tidak senikmat ketika kencing airnya kental." Kontan aku tertawa ngakak dibuatnya. Cewek reporter Radar Madura disebelahku bertanya, "Apa katanya?" Nggak aku j...

Oktober Bermakna

Gambar
Jumpa lagi dengan Bli Wayan Jengki Sunarta, kurator lomba menulis puisi bertema Ijen Purba: Tanah, Air dan Batu pada acara peluncuran buku antologi dan pembukaan Jambore Sastra Asia Tenggara di pendopo bupati Banyuwangi, Kamis (24/10/2024) malam. Oktober tahun lalu, tepatnya 18--22 Oktober 2023 saya bersama empat pemenang hadiah Sastera Rancage dari genre sastra Batak, Sunda, Jawa, dan Bali diberi kesempatan hadir di Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) 2023 di Ubud, Bali. Saya sendiri dari genre sastra Lampung. Di Sagitarius Inn, hotel tempat kami menginap, kami kongkow bercengkerama dan ngopi bareng Wayan Jengki Sunarta, penyair Bali peraih penghargaan Anugerah Buku Puisi terbaik tahun 2021 untuk puisinya berjudul "Jumantara" dan di Jambore Sastra Asia Tenggara (JSAT) Banyuwangi ini kami kembali bersua. Di JSAT hadir tidak hanya penyair Indonesia saja, tapi juga penyair Malaysia dan Singapura. Beliau-beliau penyair bergelar Doktor berprofesi sebagai akademisi yang rajin...

Kembali

Gambar
Siap-siap terbang kembali ke Tanah Air. Departure International Gate King Abdul Azis Airport, Jeddah, Rabu subuh, 16/10/2024. Kembali, memiliki makna pulang. Pulang ke asal bagi yang pergi. Asal muasal diri, yaitu orang tua atau kampung halaman. Atau bisa juga pulang ke Haribaan Sang Khalik. Setelah tadi subuh merekam video azan subuh terakhir di masjid alharam, selanjutnya bakda syuruk sekira pelataran ka'bah agak berkurang kepadatan orang bertawaf, tawaf wada akan dilaksanakan. Namun, siapa yang akan melakukan secara mandiri boleh-boleh saja, tanpa harus bersama berjemaah dituntun mutowif. Toh, caranya pun seperti tawaf biasanya, hanya bacaan doanya yang berbeda. Tawaf wada disunnahkan sebagai penanda perpisahan. Semacam sayonara, begitu menurut bahasa yang mudah dimengerti. Setelah melaksanakan tawaf wada, orang yang berumrah, setelah keluar masjid alharam, tidak boleh masuk lagi. Bila kembali masuk masjid, maka tawaf wadanya batal dan mesti tawaf ulang. Setelah tawaf wada lalu ...

Perjalanan Terjauh

Gambar
Siap-siap menerobos garbarata memasuki pintu pesawat Citilink QG 995 dari Radin Inten II menuju Soekarno--Hatta, Senin, 7/10/2024 pukul 11:20 WIB. Bermula ajakan umrah bersama. Ya, siapa tidak kepengin umrah, menyampaikan salam dan bersalawat kepada Rasululllah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, 'Kekasih Allah', junjungan umatnya, dan suri tauladan yang dirindukan syafaatnya di pengadilan akhirat kelak. Maka, mempersiapkan diri adalah pengungkit utama. Mempersiapkan jiwa dan raga setelah niat diikrarkan. Kekuatan mental melebihi kekuatan fisik. Meski usia merambat menua, namun fisik masih bisa mengorkestrasi syarat rukun umrah yang mesti dirituali. Diam-diam. Gak ada tetangga yang tahu sejak nama didaftarkan pada biro perjalanan umrah atas rekomendasi saudara. Travel umrah ini merupakan member sebuah konsorsium penyelenggara ibadah haji dan umrah di Jakarta yang memiliki akses (nyaris memonopoli) urusan transportasi dan visa. Setelah nama terdaftar, maka perjalanan terjauh pun s...