Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2021

Berkah Pandemi

Gambar
ilustrasi penjara (foto: iStockphoto Narapidana yang dilepaskan itu, seperti diberkahi pandemi. Alasan Pak Menteri, untuk memutus mata rantai persebaran virus. Sejak dibebaskan hingga pengujung tahun, banyak hal terjadi. Ada yang kembali maksiat. Segala bentuk maksiat diperbuat, katanya, kembali ke habitat. Ada yang ingin meraih makrifat. Segala jalan menuju makrifat ditempuh, katanya, benar-benar tobat. Yang kembali ke habitat, kelak balik lagi ke penjara. Tak ada urusan dengan pandemi, pokoknya kembali berbuatan kriminal. Masuk keluar penjara menjadi hobi seperti halnya mencopet, merampok, membegal, memerkosa. Paceklik dalam penjara cukup menyiksa. Dikeluarkan sama artinya dipersilahkan memanen tanaman yang menyemak ditinggal masuk penjara. Tanaman menyemak itu, berbagai kantong uang yang dipercayakan kepada komplotan mengelolanya. Kantong-kantong kejahatan itu sudah terdeteksi. Identitas para bedebah itu sudah ’dikantongi’ polisi, walaupun berganti nama ’alias’ berkali-kali. Sek...

Apologia V*gina dan Z*karia

Gambar
ilustrasi foto hanya pemanis, pinjam pakai milik Lectur.ID /1/ ”Sakit, tau,” protes v*gina sambil menghapus tangis yang ditahannya dalam sebuah kamar kos-kosan. Tentu saja, seberapa pun sakit tak elok mengumbar tangis. Tentu saja, tetangga sebelah kos-kosan akan curiga dan berspekulasi telah terjadi apa-apa, sayangnya tak bisa mengintip. ”Saya akan tanggung jawab,” janji z*karia sambil menenangkan kekasihnya yang terisak. Tentu saja, mudahnya ia mengucap janji semudah ia melucuti paksa pakaian sang kekasih lalu menyetubuhinya. Tentu saja, di balik punggung kekasihnya yang kecewa, z*karia menyembunyikan tawa. Percintaan tanpa consent , pemerkosaan namanya. Tetapi, dilarung rayuan maut acapkali membuat v*gina hanyut tak berdaya dan tak bisa berbuat apa-apa. Akan bertanggung jawab yang z*karia janjikan, membuatnya sedikit terhibur. Tentu saja, dalih cinta hanyalah apologia semata. /2/ ”Oh, nikmat,” desah v*gina semringah seusai dicumbu kekasihnya. Tentu saja, v*gina telah hapal...

Mencari Kebenaran

Gambar
ilustrasi foto, hanya penghias belaka, foto koleksi pribadi Atas nama agent of change , para mahasiswa turun ke jalan menjadi demonstran, mencari kebenaran. Tetapi di tengah-tengah mereka, menyelinap perusuh-perusuh yang, entah atas nama apa dan mencari apa? Perusuh-perusuh yang menyaru dengan menggunakan atribut hampir atau sama persis dengan yang digunakan para mahasiswa. Atribut seperti misalnya, jaket almamater, bendera atau panji organisasi kemahasiswaan yang mereka aktif di dalamnya, atau simbol-simbol lain yang entah dari mana mereka dapatkan. Mereka barngkali memanfaatkan situasi untuk menciptakan kerusuhan dan mengambil manfaat darinya. Bisa jadi dari elemen mahasiswa sendiri pun ada pihak-pihak yang menyempal. Tidak sungguh-sungguh mencari dan menyuarakan kebenaran, tetapi mengusung kepentingan lain di luar misi utama melakukan aksi demo.      Mencari kebenaran itu sulit. Mewujudkan kebenaran lebih sulit lagi. Sama seperti menegakkan benang basah. Yang mudah, ...