Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2020

”Konser di Surga”

Gambar
وَمَا جَعَلْنَا لِبَشَرٍ مِنْ قَبْلِكَ الْخُلْدَ أَفَإِنْ مِتَّ فَهُمُ الْخَالِدُونَ كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seseorang manusia pun sebelum kamu (Muhammad), maka jikalau kamu mati, apakah mereka akan kekal? Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami lah kamu dikembalikan. [Q.S. Al-Anbiyaa’ (21) : 34-35] تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ Maha suci Allah yang di Tangan-Nya lah segala Kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi...

#MaturNuwunGustiAllah

Gambar
Ardha Krisna Putra bersama Lord Didi Kempot (credit foto: jateng.idntimes.com) Dalam acara ’Rosi’ di Kompas TV, Kamis (7/5/2020), spesial even Tribut to Didi Kempot Godfather of Broken Heart, untuk mengenang Didi Kempot, Rosi Silalahi mengungkap bahwa konser amal #darirumah bertajuk Tresno Ambyar di Kompas TV dalam aksi menggalang dana untuk Covid-19, Sabtu (11/4/2020), direncanakan begitu mendadak. Blontank Poer, sahabat Didi Kempot menghubungi Wakil Pemimpin Redaksi Kompas TV pada Kamis (9/4/2020), mewakili Didi Kempot menyampaikan niat Didi Kempot untuk menggelar konser amal tersebut. Dengan persiapan yang mendadak, disettinglah acara itu untuk disiarkan langsung #darirumah Didi Kempot di Solo. Dan disepakatilah waktunya pada tanggal 11 April itu. Meski begitu mendadak, namun konser amal itu berhasil mengumpulkan sumbangan Rp7,6 M lebih. Dalam waktu 3 jam terkumpul Rp5 M, kemudian diperpanjang 1 jam dan ternyata mencapai Rp7,6 M. Karena merasa konsernya #darirumah itu cuku...

Sekali Berarti Sesudah itu Mati

Gambar
Didi Kempot berkolaborasi dengan Ardha Krisna Pratama di konser amal bertajuk #darirumah untuk penggalangan dana untuk warga terdampak Covid-19 di Kompas TV Penyair Chairil Anwar sepertinya sudah mendapat firasat kalau tak akan berumur panjang. Karenanya, dalam puisinya berjudul  ’Maju’  ia menulis ”sekali berarti sesudah itu mati.” Frase itu sangat terkenal sehingga diartikan sebagai tabir pelindung bagi Chairil Anwar terhadap firasat kematiannya. Judul tulisan ini saya pinjam dari bait kedua puisi ”Si Binatang Jalang” Chairil Anwar itu. Puisi itu ia ciptakan sebagai pengobar semangat para pejuang kemerdekaan mengusir penjajah dari Tanah Air. Tetapi, relevansi puisi di era perjuangan itu tetap terasa hingga di era post truth sekarang ini. Soe Hok Gie pernah bilang, ”Seorang filsuf Yunani pernah menulis; nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan yang tersial adalah yang berumur tua. Rasa-rasanya memang begitu. Bahagialah merek...