Ramadan Berkemas Kemudian Pergi

/1/ Siang ini Ramadan berkemas. Hatiku cemas, pertanyaan melintas. Hendak ke manakah dia begitu gegas. Oh, ternyata dia akan pergi jauh, jauh sekali. Selama sebelas bulan ke depan dia hilang dari penglihatan, penghayatan rasa dan penggalian hakikat. Aku menghitung waktu, sepuluh jari plus satu. Sebegitu lama aku harus menunggu agar bisa berjumpa kembali dengan Ramadan. Itu pun kalau masih ada kesempatan bagiku untuk dipertemukan dengannya. Usai Magrib, Ramadan pun melangkah pergi. Tak hanya aku, ditinggalkannya semua orang yang telah menyambutnya. Yang telah memuliakan kedudukannya yang lebih agung daripada sebelas bulan teman-temannya. Aku tak bisa mencegah, langkahnya bulat lekas berangkat. Sudah habis waktu baginya untuk hadir. Tak hanya di rumahku tapi rumah semua orang yang menyambutnya. Yang menghiasi malam-malamnya dengan menggiatkan qiyamul - lail . Esok hari, Ramadan tinggal kenangan. Bagi yang sabar dan tawakkal mengakrabi kehadirannya, aka...