Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2017

Ramadan Berkemas Kemudian Pergi

Gambar
/1/ Siang ini Ramadan berkemas. Hatiku cemas, pertanyaan melintas. Hendak ke manakah dia begitu gegas. Oh, ternyata dia akan pergi jauh, jauh sekali. Selama sebelas bulan ke depan dia hilang dari penglihatan, penghayatan rasa dan penggalian hakikat. Aku menghitung waktu, sepuluh jari plus satu. Sebegitu lama aku harus menunggu agar bisa berjumpa kembali dengan Ramadan. Itu pun kalau masih ada kesempatan bagiku untuk dipertemukan dengannya. Usai Magrib, Ramadan pun melangkah pergi. Tak hanya aku, ditinggalkannya semua orang yang telah menyambutnya. Yang telah memuliakan kedudukannya yang lebih agung daripada sebelas bulan teman-temannya. Aku tak bisa mencegah, langkahnya bulat lekas berangkat. Sudah habis waktu baginya untuk hadir. Tak hanya di rumahku tapi rumah semua orang yang menyambutnya. Yang menghiasi malam-malamnya dengan menggiatkan qiyamul - lail . Esok hari, Ramadan tinggal kenangan. Bagi yang sabar dan tawakkal mengakrabi kehadirannya, aka...

Semua Puisi Tentang Ramadan

Gambar
Bulan Kesembilan Penanggalan Islam /1/ Tepat di bulan kesembilan penanggalan Islam Di waktu Subuh, Ibu melahirkan anak keduanya Bayi laki-laki berkulit putih, berambut lebat Ayah memberinya nama Fajri Ramadan Ia adik yang bakal jadi teman bermainku Juga bakal jadi musuh saat berebut pengaruh Di balik kaca ruang isolasi di Rumah Bersalin Di situ pertama aku melihat adikku Matanya terpejam menduga kelam teka-teki dunia Sesekali membuka seperti memasang siasat Bibir mungilnya komat-kamit seperti melafalkan mantra Telinganya pun tekun berlatih, mencerna bising kehidupan Di hari ketujuh, sesudah ari-arinya tanggal dari pusarnya Ayah menyiapkan kenduri aqiqah dan acara marhabanan Menyembelih dua ekor kambing untuk menebus aqiqahnya  Perintah agama untuk menyegerakan, jangan tergadaikan Barzanji dan wirid doa dilantunkan, rambutnya dicukur Nama yang telah dipilihkan Ayah pun disematkan Pertumbuhan adik pesat, tidak rewel dan irit menangis I...