Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2015

Indahnya Kebersamaan

Runtuhnya Orde Baru dan lahirnya Era Reformasi membawa perubahan cukup signifikan bagi tatanan kehidupan sosial dan beragama. Di masa Orde Baru semuanya serba teratur dan satu padu, begitu muncul Era Reformasi ada yang berubah. Terutama dalam hal permulaan ibadah puasa, tak lagi bersama. Kalangan Muhammadiyah duluan satu hari dan warga nahdiyin baru mulai keesokan harinya mengikuti ketetapan pemerintah. Dasarnya memegang prinsip samikna wa atokna (mengikuti dan taat) kepada pemimpin (Pemerintah). Padahal, betapa indahnya kebersamaan. Untuk merajut kebersamaan itulah sehingga menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin sudah dua tahun ini menggelar sidang isbat penentuan awal Ramadhan secara tertutup. Padahal, sebelumnya disiarkan secara langsung oleh televisi. Dengan demikian, tidak bisa lagi publik menyaksikan secara langsung perdebatan sengit di antara para peserta sidang. Tidak lagi bisa mendengar serta mengenal siapa peserta sidang isbat yang paling ngotot, yang paling banyak mengem...

Tiga Bulan Mulia

”Allahumma bariklana fii Rajab wa Sya ’ ban wa balighna Ramadan.  Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban,  serta sampaikanlah kami ke bulan Ramadan”  (H.R. Ahmad dan Tabrani) Demikianlah doa yang pernah diajarkan Rasulullah Muhammad Saw kepada para sahabat beliau. Itu bisa ditafsirkan betapa mulianya tiga bulan tersebut, sehingga manakala memasuki bulan Rajab Nabi Saw perlu memanjatkan doa agar mendapat keberkahan di dalamnya. Di dalam bulan Sya’ban terdapat apa yang disebut malam Nisfu Sya’ban. Yaitu malam pada nisfu (pertengahan) pada bulan Sya’ban. Ada apa di malam ini? Penjelasannya tergambar pada dialog antara Malaikat Jibril dengan Nabi Muhammad Saw berikut: ”Malaikat Jibril mendatangiku pada malam Nisfu Sya’ban seraya berkata; Hai Muhammad, malam ini pintu-pintu langit dibuka. Bangunlah dan salatlah, angkat kepalamu dan tadahkan dua tanganmu ke langit.” Rasulullah Saw bertanya; malam apa ini Jibril? Jibril menjawab; ”Malam ini dibukakan 300 ...

Bergetar

Gambar
”Innamal mukminuunalladzina idza dzukirollahu wajilat qulubuhum waidza tuliyat  ’alaihim ayatuhu zadathum imaana wa’ala robbihim yatawakkaluun.”  (Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila  disebut Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka  ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka dan kepada Tuhanlah mereka bertawakkal). (Q.S. Al-Anfaal [8] : 2) Jagat infotainment heboh oleh gema suara mirip tiupan terompet Sangkakala. Suara mengaum yang hanya terdengar di beberapa kota di Amerika Serikat dan sebagian negara Eropa, Jerman, Kanada, Belarus, dan Benua Australia, tersebut diunggah ke YouTube pada 6-7 Mei lalu. Mirip Sangkakala. Ya, kalau hanya sekadar mirip tidak apa-apa, boleh dan sah-sah saja mengatakannya seperti itu. Siapa manusia di Bumi ini berani mengklaim tahu persis kapan Terompet Sangkakala akan ditiup Malaikat Isrofil? Jangankan manusia awam, Nabi Muhammad SAW sendiri tidak tahu persis. Hanya A...