Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2022

Maka, Nikmat Tuhanmu

Gambar
sejenak selfi di sebuah lukisan salah satu dari 70 perupa yang berpameran di gedung DKL.  Hari Senin, 26/9/2022 siang tadi saya tampil membaca puisi bahasa Lampung di panggung lantai dua gedung Dewan Kesenian Lampung di PKOR Wayhalim, Bandar Lampung. Kemarin saya sudah siapkan tiga puisi Ngeba Riya , Kerajaan Rantau Nipis , dan Kera Ui . Namun, pagi ada #PejabatLaknat di Twitter . Saya jadi teringat pusi berjudul Pejabat Gayah . Saya lalu menyiapkan pdf puisi tersebut untuk alternatif pilihan. Sesampai di lokasi acara, kembali saya buka hp memantau sejauh apa perkembangan tagar tersebut di Twitter . Tatkala buka IG, melintas IG Lampung Geh News , Aduh, ada demo guru-guru P3K Kota Bandar Lampung di Kopi Joni milik Hotman Paris Hutapea di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Kepada Bang Hotman mereka mengadukan bahwa gaji mereka selama bekerja 9 bulan belum dibayar. Wah, mantap kali ini. Sebaiknya puisi Pejabat Gayah saja yang saya bacakan. Kenapa? Konteksnya ada kesesuaian de...

Mangkuk Ayam Jago

Gambar
doodle google mangkuk ayam jago (credit foto: google) Ada di masa menyantap menu kuliner, apakah di warung makan atau penjual gerobakan misal mie ayam atau bakso, wadah penyajiannya selalu saja mangkuk bergambar ayam jago. Apakah ada penikmat kuliner memperhatikan seksama mangkuk tersebut? Entahlah. Saya sendiri sepertinya tak begitu peduli. Makan saja, karena itulah tujuan utama. Apalagi kalau lapar. Hari ini Google menghias doodle -nya dengan mangkuk bergambar ayam jago dan ternyata mangkuk ayam jago ini adalah mangkuk khas Lampung. Wah, baru ngeh ... Baru mafhum deh . Namun, bagaimana sebenarnya sejarah   mangkuk bergambar ayam jago tersebut? Menurut kanal media berita Tionghoa.info, Senin (12/9/2022), mangkuk ayam jago berasal dari negeri China. Kita sering melihat orang China atau Jepang menggunakan mangkuk saat menyantap menu makanan. Hal itu sudah jadi kebiasaan atau tradisi. Mungkin karena lebih praktis dan memudahkan.