Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2022

Pil Pahit

Kasihan betul nasib rakyat diperdaya kelangkaan minyak goreng. Ada yang sampai meregang nyawa karena kelelahan antre berjam-jam. Terjadi di Berau dan kota Samarinda, Kalimantan Timur. Bukankah Pulau Kalimantan dilanda deforestasi karena hutannya dibabat untuk dijadikan lahan sawit, eh emak-emak mati saat hendak antre minyak goreng terjadi di Kalimantan juga. Tragis. Korban yang di Berau bernama Sandra (41) jatuh saat hendak antre minyak goreng di sebuah waralaba. Akhirnya Sandra meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit, Sabtu (12/3). Korban yang di kota Samarinda bernama Rita Riyani (49) mengalami sesak napas akibat kelelahan setelah antre minyak goreng. Bagaimana tidak kelelahan, Rita antre di tiga gerai retail. Demi mendapatkan minyak goreng, pagi Minggu (13/3) Rita bersiap untuk berburu ke beberapa gerai retail moderen. Hasilnya memang dia peroleh 6 liter minyak goreng di tiga gerai retail. Sepertinya 6 liter belum memuaskan hatinya, mumpung masih ada gerai retail b...

Nyeratus

Tak terasa 100 hari kepulangan Ibu Hj. Soemarti binti Moehammad Soekemi ke Rahmatullah. Tak terasa pula 100 hari saban bakda Magrib kubacakan Surah Ya Sin. Dan terus berlanjut. Kami anak mantu beliau yang di Lampung tidak menggelar tahlilan. Hanya kami hantarkan donasi ke panti asuhan untuk minta didoakan anak-anak yatim yang diayomi panti tersebut. ”Kebetulan seperti biasa, anak-anak sedang puasa sunnah hari Kamis. Nanti setelah anak-anak berbuka, anak-anak akan bacakan Surah Ya Sin dan didoakan,” kata pengasuh panti. Kami senang, cara begitu kami pertimbangkan lebih simple dibanding bila menggelar tahlilan di rumah. Di samping praktis, donasi yang kita berikan lebih bermanfaat bagi mereka. Sewaktu genap patangpuluh hari kami hantarkan nasi kotak plus kue ke panti itu. Pas di hari nyeratus ini kami pikir lebih afdol bila berujud uang tunai ketimbang nasi kotak dan kue. Apalagi ini jelang Ramadan, donasi uang cash and carry lebih besar faedahnya ketimbang makanan sekali sa...

Keberuntungan

Lantaran simcard XL Axiata hangus karena telat isi pulsa, praktis saya tidak bisa mengakses e-mail Yahoo! karena tidak bisa menerima SMS kode verifikasi dari Yahoo! via ponsel saya. Itu terjadi pertengahan tahun 2019. Desember 2019 saya coba untuk mengurus re-aktivasi simcard di XL Axiata Servis Center di Jl. Antasari. Kusangka semula bakal mudah dan lancar. Saya dijebak dengan pertanyaan, ”Kapan ngisi pulsa terakhir, dan berapa?” saya coba jawab, ”Rp10.000, tapi waktunya lupa.” Ternyata jawaban saya salah dan reaktivasi tak bisa. Saya coba negosiasi dengan opsi bayar denda berapa pun untuk penggantian simcard baru. Opsi itu tidak digubris, alasannya peraturannya harus bisa menjawab pertanyaan jebakan itu. Saya coba mengingat-ingat lagi. Oh, sepertinya yang benar adalah saya isi pulsa terakhir senilai Rp5.000 sekadar untuk memperpanjang masa aktif sebelum akhirnya simcard hangus. 13 Februari 2020 saya menulis catatan facebook dengan judul Selamat Tinggal Yahoo ! sebagai...

The Power of Emak-Emak

Dari balik langkanya minyak goreng tercurah berbagai kejadian luar biasa. Satu , emak-emak yang berjibaku menunggu datangnya mobil boks pengantar barang ke minimarket merah dan biru. Kali aja di antara boks kontainer aneka produk pabrikan yang dikirim distributor, ada nyelip kardus beisi minyak goreng. Kalau iya ada, semringahlah emak-emak yang sejak tadi sabar menunggu. Begitu mobil boks datang, seketika emak-emak sigap berdiri mencipta barisan antre mengular dari depan pintu hingga halaman minimarket. Sesuai urutan kedatangan dan ndeprok menunggu. Entah pukul berapa mobil boks akan datang, pokoknya sejak pukul 14 siang emak-emak mulai berdatangan dan ndeprok di selasar minimarket merah atau biru. Berharap ada minyak datang. Dari obrolan saya dengan seorang pria di selasar minimarket, jadwal kedatangan minyak goreng adalah hari Senin, Rabu, dan Jumat. Ia tahu persis karena sudah biasa berburu minyak goreng. Tapi, pernah saya lihat antrean emak-emak di depan minimarket pa...