KOPI

KOPI, sepenggal kata yang merepresentasikan banyak makna. Tak hanya nama ’sebingkai’ tanaman yang awal mulanya dibudidayakan di Abyssinia, Afrika. Bukan sebatas biji yang dibawa Baba Budan dari Arab ke India dan dibudidayakan di Chikmagalaur hingga Malabar, kemudian bibitnya dibawa Belanda ke Tanah Jawa dan ditanam di Kedawung (sekitar Cengkareng, Banten). Bukan semata suatu komoditas yang harga jualnya berfluktuasi mengikuti masa panen dan langkanya produk. Saat langka harganya melangit membuat petani sakit hati dan memendam benci. Saat masa panen harganya anjlok membuat petani lesu darah dan tak bergairah merawat kualitas hasil panen. Sehirup Sekopi, Puisi dan Catatan Zabidi Yakub KOPI, sepenggal kata yang merangkum anasir dan melahirkan banyak tafsir, tergantung nama ’benua’ di mana dia dihasilkan. Dari Sabang sampai Merauke, banyak nama diselipkan untuk menegaskan cirikhasnya. Dari ujung utara hingga ujung selatan Pulau Sumatera, tersebutlah; Kopi Gayo, Kopi Lintong, Kop...